Tanggal 17 sampai 22 Juni
2013, apa yang terjadi di diri saya? Ya, saya masuk kegiatan yang mau
tidak mau harus saya ikuti, P2KK UMM angkatan ke-4, ini sekilas materi
yang saya terima.
Ada beberapa cara yang bisa kita coba dalam tahap mengetahui siapa sebenarnya diri kita, yaitu :
Konsep diri negatif dapat kita analogikan sebagai Nobita dalam serial Doraemon atau Pak Ogah dalam cerita Si Unyil, tidak bergairah dalam hidup, sering menyerah, menyalahkan diri sendiri maupun orang lain, pesimis, dll. Sedangkan konsep diri positif dapat kita lihat dalam sosok Top Ittipat dalam film The Billionaire, pantang menyerah, tantangan dianggap sebagai kesempatan, yakin pada diri sendiri dapat mengatasi masalah.
POTENSI DIRI. Sering kita dengar tapi sering kita lupa apakah kita sudah menemukan potensi terbesar dalam diri kita atau belum, ada langkah-langkah yang harus ditempuh untuk mencapai tahap “Menemukan Potensi Diri”,
Cara pandang menghadapi konflik :
Saya adalah tipe orang yang malas membaca kecuali buku-buku yang bergambar, tapi dari materi kemarin saya bisa menyimpulkan metode saya ini cukup manjur bagi kita-kita yang mempunyai prinsip “membaca tidak keren”, check this out :
Saya juga belum mengerti bagaimana menulis dengan benar, yang saya tahu pada saat kita menulis tuangkan apapun yang ada di pikiran kita, lalu baca kemudian koreksi yang menurut kita salah atau lebih bagusnya lagi suruh teman kita membacanya dan sekaligus mengoreksi.
Diskusi
Jangan menyela jika yang lain sedang bicara, jangan beranggapan usul kita paling keren, jika kita moderator dalam kelompok tersebut ambil usul titik tengah dan yang paling cocok dalam pembahasan diskusi tersebut.
Presentasi/Berbicara
Beruntung sekali kita jika mendapat giliran presentasi paling akhir, kita dapat mengevaluasi, meniru, mengembangkan cara presentasi teman-teman kita. Ada cara agar kita tidak mati gaya :
Personality
Pengenalan Potensi Diri (Self awareness) dan Penetapan Tujuan (Goal Setting)
Dalam Hidup mengetahui diri sendiri adalah hal yang paling penting,
dengan mengenal diri kita sendiri kita dapat menempatkan diri kita
ditempat yang tepat dan tidak salah langkah.Ada beberapa cara yang bisa kita coba dalam tahap mengetahui siapa sebenarnya diri kita, yaitu :
- Intropeksi diri
- Bertanya pada orang lain
- Tes psikologi
Konsep diri negatif dapat kita analogikan sebagai Nobita dalam serial Doraemon atau Pak Ogah dalam cerita Si Unyil, tidak bergairah dalam hidup, sering menyerah, menyalahkan diri sendiri maupun orang lain, pesimis, dll. Sedangkan konsep diri positif dapat kita lihat dalam sosok Top Ittipat dalam film The Billionaire, pantang menyerah, tantangan dianggap sebagai kesempatan, yakin pada diri sendiri dapat mengatasi masalah.
POTENSI DIRI. Sering kita dengar tapi sering kita lupa apakah kita sudah menemukan potensi terbesar dalam diri kita atau belum, ada langkah-langkah yang harus ditempuh untuk mencapai tahap “Menemukan Potensi Diri”,
- Mengenal diri kita sendiri dengan sebaik-baiknya
- Merubah semua konsep diri negatif dan bertransisi ke konsep diri positif
- Menganalisis diri kita apakah langkah 2 dan 3 telah kita lewati
- Berbuat sesuatu dengan data hasil analisis di langkah 3
- Siap-siap menemukan potensi hebat kita
- Pahami tujuan
- Lakukan hal yang mendekatkan kita pada tujuan
- Kategorikan tujuan
- Jangan takut bermimpi
Leadership Skills:
Manajemen Stress (Stress Management)
Apa itu stres? Stres itu bingung, khawatir, resah, merasa terancam
dll. Jika kita ingin mengatasi stres, perlu langkah-langkah berikut :- Temukan sumber stres
- Jujur pada diri sendiri, akui kalau kita sedang stres
- Cari orang lain jika kita merasa kita sendiri tidak mampu mengatasinya
- Maafkan diri sendiri, jangan sekalipun menyalahkan diri sendiri
- Buat jalan keluar
Manajemen Konflik & Pengambilan Keputusan
Perselisihan antara individu satu dengan individu lain atau kelompok satu dengan kelompok lain adalah pengertian sempit konflik.Cara pandang menghadapi konflik :
- Menang – menang
- Kalah – kalah
- Menang – kalah
- Kalah – menang
- Withdraw / Kura-kura (Menarik Diri)
- Forcing / Ikan Hiu (Menyerang)
- Smoothing / Beruang Madu (Mengalah)
- Kompromis / Srigala (Kerja sama)
- Negosiasi / Burung hantu
- Pengenalan
- Diagnosis
- Menyepakati suatu solusi
- Pelaksanaan
- Evaluasi
The Golden Way of Life
3 Langkah cerdas mwnjalani hidup dalam perspektif islam- Mantapkan tujuan dengan benar
- Mengoptimalkan apa yang di beri Allah kepada kita
- Taat menjalankan perintah-perintah Allah
- Jujur pada diri sendiri apakah yang kita lakukan selama ini sudah mengikuti hati kecil kita, sudah pas dan tidak ada penyesalan bahkan di hati terdalam kita?
- Kita akan menemukan flashback kesalahan kita, tapi maafkan diri kita, biarksn mengalir.
- Pahami kesalahan kita lalu buat janji dengan diri sendiri kita tak akan menyakiti diri sendiri, akan selalu mendengar kata hati dan senantiasa mencoba menghindari agar kesalahan tak terulang.
- Berserah kepada Dia yang mewarnai daun hijau, yang membuat kita bisa tertawa, membuat kita mempunyai rasa sayang, Dialah Allah.
Academic Skills
MembacaSaya adalah tipe orang yang malas membaca kecuali buku-buku yang bergambar, tapi dari materi kemarin saya bisa menyimpulkan metode saya ini cukup manjur bagi kita-kita yang mempunyai prinsip “membaca tidak keren”, check this out :
- Buat motivasi sendiri
- Filmkan apa yang kita baca
- Tuliskan
Saya juga belum mengerti bagaimana menulis dengan benar, yang saya tahu pada saat kita menulis tuangkan apapun yang ada di pikiran kita, lalu baca kemudian koreksi yang menurut kita salah atau lebih bagusnya lagi suruh teman kita membacanya dan sekaligus mengoreksi.
Diskusi
Jangan menyela jika yang lain sedang bicara, jangan beranggapan usul kita paling keren, jika kita moderator dalam kelompok tersebut ambil usul titik tengah dan yang paling cocok dalam pembahasan diskusi tersebut.
Presentasi/Berbicara
Beruntung sekali kita jika mendapat giliran presentasi paling akhir, kita dapat mengevaluasi, meniru, mengembangkan cara presentasi teman-teman kita. Ada cara agar kita tidak mati gaya :
- Persiapkan bahan presentasi sebaik mungkin
- Jangan terpaku pada teks
- Kuasai pendengar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar